+6285219605666 ciptagrafika@gmail.com

B2C adalah salah satu istilah yang sering ditemukan dalam dunia bisnis. Bagi Anda yang baru memulai membangun bisnis atau sudah mempunyai bisnis namun masih merasa asing dengan istilah tersebut, simak artikel berikut ini!

Definisi B2C

Secara umum, B2C atau Business to Consumer dapat diartikan sebagai model bisnis yang melakukan penjualan produk atau jasa secara langsung pada konsumen. Dalam hal ini, konsumen melakukan pembelian produk atau jasa hanya untuk kebutuhan pribadi saja. Untuk itu, model bisnis B2C tidak membutuhkan perantara antara perusahaan dengan konsumen. Demikian juga dengan konsumen yang bisa mendapatkan produk atau jasa dari perusahaan secara langsung. 

Nah berdasarkan penjelasan di atas, B2C sebenarnya sudah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya jasa fotokopi, berbelanja di pasar, jasa ojek online, dan jenis transaksi langsung lainnya yang tanpa perantara. 

Karakteristik B2C

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, B2C merupakan transaksi bisnis secara langsung kepada konsumen. Berikut beberapa karakteristik khusus yang bisa Anda gunakan untuk mengenali B2C:

Terbuka

B2C dapat dikenali karena model bisnisnya yang terbuka untuk umum dan tanpa batas. Maksudnya, informasi produk maupun jasa yang dijual bisa diakses oleh masyarakat. Karena pada dasarnya, target B2C ialah menjangkau dan menjual produk atau jasa sebanyak-banyaknya kepada konsumen.

Baca juga: Apa Bahan yang Ideal Digunakan untuk Partisi Ruangan? Cek Di Sini! 

Transaksi Sederhana

Mengingat sistem penjualannya yang dapat dilakukan secara langsung, maka model transaksi B2C-nya pun sederhana. Pembayaran bisa dilakukan secara cepat dan tanpa perlu embel-embel ketentuan transaksi yang rumit layaknya transaksi antar perusahaan. Daripada itu, penjualan online dan MLM juga termasuk model B2C.    

Produk atau Jasa On Demand

Penjualan produk atau jasa B2C yang berdasarkan permintaan konsumen dan pasar. Permintaan konsumen sendiri tentunya berdasarkan kemampuan konsumen membeli barang/jasa dengan harga tertentu pada waktu tertentu. 

Persaingan Ketat

Kriteria lain B2C adalah persaingannya yang cukup ketat. Hal ini disebabkan banyaknya kompetitor yang menjual produk atau jasa yang serupa. Dengan demikian, adanya kompetitor berdampak pada perang harga dan menyebabkan persaingan antara para pelaku B2C.

Baca juga: Ingin Custom Kalender 2024? Begini Caranya!   

Apa Perbedaannya dengan B2B?

B2B sendiri merupakan singkatan dari Business to Business, yakni transaksi bisnis yang terjadi antara bisnis yang satu dengan lainnya. Sederhananya, sebuah perusahaan yang menjual produk atau jasa kepada perusahaan lain dan bukan untuk konsumen. Jika dilihat berdasarkan target marketnya, B2C adalah perorangan atau grup sedangkan B2B justru bisnis atau perusahaan lain. 

Model B2B dapat diilustrasikan dengan transaksi antara perusahaan produsen susu dan perusahaan pengolahan susu sebagai berikut: 

Perusahaan produsen susu menjual susu 30 liter kepada perusahaan pengolahan susu. Kemudian perusahaan susu mengolah susu sapi tersebut menjadi berbagai produk olahan. Mulai dari keju, yoghurt, mentega, susu kental manis, susu pasteurisasi, dan lain sebagainya untuk dijual kembali pada konsumen. Nah transaksi bisnis inilah yang disebut business to business (B2B). 

Kini Anda sudah memahami pengertian B2C berikut karakteristik dan perbedaannya dengan B2B. Ikuti terus Cipta Office untuk mendapatkan informasi lainnya terkait bisnis dan produk lainnya. 

Ingin custom lanyard, id card, kursi kantor maupun kebutuhan kantor lainnya? Hubungi Cipta Office dengan klik link di sini atau tombol di bawah sekarang juga!